Author: Ayu Arman Genre:
Rating

Panggil saja ia Namto. Sosok bersegi banyak. Banyak orang menyebutnya misterius. Tapi tak sedikit bilang ramah dan apa adanya. Seperti namanya yang menyebutya hanya sekali helaan napas: Namto.

Namto mengidolakan pemimpin terbesar Indonesia: Karno. Dari Karno ia mengambil api sebagai pemimpin di sebuah kawasan yang tak sudah-sudah dirundung pergolakan: Halmahera. Ia bisa pasrah kepada rakyatnya dalam hal pelayanan, tapi juga bisa keras kepala kepada atasan yang kebiajakannnya berbenturan dengan perasaan kolektif rakyatnya. Namto setiap saat bisa berkelahi dalam pengertian yang paling denotatif.

Namto tahu Halmahera Barat adalah kawasan surgawi. Tapi juga menyimpan sekam. Halmahrea Barat bisa jadi lumbung pangan dalam masyarakatnya yang mayoritas petani (marhena). Ia bangun apa pun yang mendukung fakta tanah, air dan karakter manusia Halmahera Barat yang demikian itu.

Halmahera Barat juga kaya seni tradisi. Festival Teluk Jailolo adalah ikhtiar Namto mengangkat dan sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa sumber daya budi Halmahera Barat masih kukuh. Festival Teluk Jailolo bukan sekadar pesta (maritim) rakyat, tapi juga ikhtiar menyembuhkan luka kekekrasan yang mengabdi lewat jalan kebudayaan.

Buku ini menceritakan segi-segi Namto membuka api (sosial) dalam sekam , mendialogkannya dalam festival, menumbuhkannya dalam tindakan-tindakan kebijakan yang menyejahterahkan. Namto adalah api baru bagi Halmahera Barat.

TESTIMONI

“Kisah hidupnya dituturkan secara lugas dan jujur dalam buku ini. Termasuk cerita bagaimana ayahnya mengenalkan ajaran –ajaran Bung Karno hingga Namto begitu bersetia kepada Bung Karno,”~ Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke -5

“Kisahnya menyentuh. Alur ceritnya enak. Narasinya penuh ruh dan kejutan. Anda tidak akan bosan membacanya. Inilah sebuah memoir tentang kebinekaan yang diwujudkan oleh sosok Namto yang penuh keluh keringat, kerja keras, dan tetes darah demi memajukan rakyat Halmahera Barat yang dipiimpinya. Ayu Arman berhasil menuliskannya ke dalam bahasa kisah dan kalimat-kalimat yang bermknan dalam buku ini.” ~ Prof. Dr. Mudji Sutrisno S.J.

“Buku ini menyeret imajinasi saya ke sebuah kawasan eksotik yang sejak dahulu kala tersohor karena rempah-rempahnya. Filosofi kepemimpinan, politik dan pemeritahaan dengan aspek kerakyataan yang kental ala Indonesia Timur, khususnya Kepulaun Maluku Utara, dibabar di sini. Anda akan menjumpai sesuatu yang berbeda di dalam buku langka ini. Para politisi , termasuk kepala-kepala daerah, lebih banyak menebar wajah di baliho-baliho atau iklan-iklan di koran dan layar televise. Padahal tugas politik sebagai negarawan adalah membangun peradaban. Dan buku adalah wadahnya.” ~ Indra J Piliang, Kolumnis dan Ketua Balitbang DPP Partai Golkar.

“Buku ini bagaikan novel besar tentang Maluku Utara dengan tokoh sentral bernama Namto. Pemimpin yang pemberani, gila namun berjiwa lembut dan melayani. Penulis cukup piawai mendaraskan teka-teki mengenai sosok Namto melalui narasi-narasi sejarah dan budaya Maluku Utara ke dalam sebuah cerita yang utuh dan menyentuh.” ~ Letjen TNI (Purn.) M. Noer Muis, Mantan Pangdam XVI Pattimura di wilayah Maluku dan Maluku Utara

Gaya Ayu Arman menulis, dengan narasinya yang sastrawi, membuat tokoh yang dipanggungkannya selalu tampak hidup. Sisi-sisi kemanusiaan tokoh utama di dalam buku ini tiba-tiba menyergap kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan itu terasa manusiawi sekali” ~ Hudan Hidayat, Sastrawan

“Saat membaca buku ini, saya serasa menemukan kembali karakter mulia dari sebuah bangsa yang telah lama tenggelam. Tenggelam karena tiadanya sosok yang bisa menjadi panutan. Namto adalah sosok pluralis yang berani membela kepentingan rakyatnya, yang tiada kenal takut jika melakukan sesuatu yang ia yakini kebenarannya.” ~ Rudi Sujarwo, Sutradara Film

Namto adalah sosok pemimpin yang mampu mengajarkan makna keberanian dan keteguhan hati! Really intriguing to read this book!” ~ Nadine Chandrawinata, artis, aktivis lingkungan, Putri Indonesia 2005

Penerbit: nala publishing | 2013 | 360 hlm | 18 x 23 cm | Rp 85.000,-

Dapatkan buku ini di toko-toko Gramedia di kota Anda atau via online di sini

 

 

2 Responses so far.

  1. nunau says:

    Cukup menggoda untuk bisa mendapatkannya…

Leave a Reply