Author: Ayu Arman Genre:
Rating

Masa kecil  adalah masa pembelajaran pertama baginya. Ia belajar bagaimana memahami kondisi kehidupan rakyat pedalaman di tengah Kalimantan, di mana ia dilahirkan.

Apa yang ia perankan saat ini juga tak bisa terlepas dari atmosfer sungai Barito yang menumbuhkannya. Ia belajar banyak dari sungai. Tentang hidup, tentang harapan manusia. Juga tentang cinta anak bangsa terhadap tanah kelahirannya.

Ia mencintai tanah kelahirannya seperti batang air sungai mengalir. Walau sungai itu terus mengalir mencapai tujuannya. Semakin lama semakin menjauhi, ia tidak pernah memutuskan diri sedikit  pun dari sumbernya.

Pun demikian dengan perjalanan hidup dan karirnya. Meski Willy telah sukses memimpin di beberapa perusahaan kayu di Jakarta, ia tetap terpanggil untuk membangun tanah kelahirannya, yang pembangunannya masih sangat jauh tertinggal kala itu.

Bagi Willy, kemerdekaan adalah hak mutlak bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pengecualian. Itulah kemudian yang mengantarnya berani menyentuh ranah lain dari hidupnya, yaitu politik, dan akhirnya mengantarkanya menjadi pemimpin Murung Raya dalam dua periode kepemimpinan sekaligus.

Bagi Willy, siapapun yang memegang tampuk kepemimpinan, tugasnya jelas: bekerja untuk rakyat. Itu artinya, sebanyak mungkin membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Ia pun tak pernah membuat jarak dengan batin rakyat. Ia tahu, ia paham. Karena ia pernah berada pada tataran itu.

Sehingga, tak henti-hentinya, ia kibarkan bendera besar-besaran bertuliskan Murung Raya merdeka dan membawanya menuju samudera kemerdekaan yang sesungguhnya. Merdeka dari kebodohan. Merdeka dari kemiskinan dan merdeka dari keterisolasian. 

Kemerdekaan itu adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan hidup.  Kita musti bekerja keras , rajin belajar agar tidak lagi dibodohi orang lain. Jika terus berpikiran bodoh, kita akan kesulitan dan kembali terjajah.
 
Inilah jejak langkah anak sungai Barito dalam mengarungi samudra kemerdekaan tanah kelahirannya: MURUNG RAYA
 
Testimoni

 
“Kemerdekaan bukanlah hanya sekedar ingin “membebaskan”, tetapi juga membuat masyarakat lebih baik,  lebih sejahtera, lebih damai dari keadaan sebelumnya. Willy M Yoseph adalah salah satu bupati Indonesia pembawa obor kemerdekaan itu.”  ––A.Teras Narang, SH. Gubernur Kalimantan Tengah 2005-2015

 

Penerbit: nala publishing | 2013 | 360 hlm | 18 x 23 cm | Rp 76.000,-

Dapatkan buku ini di toko-toko Gramedia di kota Anda

4 Responses so far.

  1. Ling Tan says:

    Menyambut dg gembira diterbitkannya buku biografi ini. Ku sangat menikmati membaca buku2 biografi lainnya karya Ayu Arman. Felisitas kepada penulis yg mantap ini.

  2. Rolly Ismanto says:

    Kami bangga atas terbitnya buku ini… Terima kasih bapak WILLY M. YOSEPH beserta penulis buku biografi ini…. Semoga ke Depan akan muncul dan tumbuh generasi-generasi muda penerus pembangunan di Bumi Tana Malai Tolung Lingu yang kita cintai. MERDEKAA…..

  3. Aprianto says:

    Mantap mbak…Karena Murung Raya juga Indonesia…

Leave a Reply